JANE AUSTEN

04.38 Arkandini leo 0 Comments


JANE AUSTEN

Pada
suatu hari saya curhat sama si Rose temanku. “Rose, gimana ya semenjak sibuk aku jadi  jarang nambah hafalan Qur’an. Paling-paling cuma ngulang aja"

Lalu
Rose jawab gini. “Nggak papalah Din. Ngulang hafalan Qur’an itu bagus. Daripada kamu ngulang matakuliah?”  Wkwkwkw. Lalu kita ketawa Si Rose bisa aja bikin aku ketawa.

Pada pagi itu saya habis mengantar Si Rose untuk menjilidkan novelnya. Novel tulisan Jane Ausitin. Saat itu si  Rose sempat bercerita tentang Jane Austin. Dari Si Rose inilah aku jadi tahu tentang Jane Austin. Dia adalah sastrawan barat. “Jane Austen itu keren Din. Dia sastrawan kelahiran tahun 1800 an, tapi sampai sekarang, karyanya masih laris dibaca orang”  Saat si Rose cerita, saya jadi teringat kalau pas jalan-jalan di Gramed, kadang suka lihat bukunya Jane Austin nangkring rapi di rak novel terjemahan. Salah satu novel yang saya lihat judulnya Pride and Prejudice. Tapi saya nggak nyangka kalau ternyata Jane Austin itu penulis  di era 1800 an. Kebetulan saya hobi nulis, karena yang dibicarain si Rose tentang kepenulisan, aku jadi tertarik untuk mendengarnya.

“Jane Austin itu bisa mengangkat tema-tema yang pada zamannya belum populer. Contohnya Jane Austin menceritakan seorang tokoh cewek yang dilamar oleh seorang lelaki yang kaya
, mapan dan berketurunan yang baik. Istilahnya lelaki idaman lah ya. Namun wanita itu pada awalnya menolak. Setelah wanita itu menolak, beberapa waktu kemudian sang wanita jadi mencintai laki-laki tersebut. Akhirnya mereka nikah. Pada zaman dahulu itu seorang wanita yang menolak pria bukanlah sesuatu yang biasa. Tapi Jane Austen sudah menuliskannya.

Novel Pride Prejudice, Jane Austen

Ada lagi Din, tema unik yang diangkat Jane Austen yang kuingat. Yaitu tentang peperangan. Dalam novelnya Jane Austen beropini, tentara memang diberi jaminan oleh negara. Seperti kecukupan materi. Namun seorang wanita juga harus membayar harga tersendiri ketika ia diperistri oleh seorang tentara. Contohnya ketika tentara itu harus ditugaskan di daerah konflik peperangan. Tentu istri yang ditinggalkannya akan merasa cemas. Bagaimana kalau suaminya nanti tewas disana, atau mungkin suaminya kembali dalam keadaan cacat. Meski materi yang diberikannya besar, tapi istri dari tentara juga harus menebusnya dengan hal yang besar pula”

Banyak kelebihan yang dimiliki Jane Austin Din. Salah satunya juga ketika kita membaca dialognya, Kita bisa membayangkan  bagaimana kata-kata itu bersuara pada benak kita.  Kalau kamu mau tahu kelebihan Jane Austin yang lain, coba lihat youtube what so great about Austin. Video itu memaparkan kelebihan Jane Austin, yang jelasin doktor dari Oxford. Aku juga nggak bakal tahu kalau nggak nyimak kelebihan-kelebihan itu dari guru Oxford itu

Ketika si
Rose bercerita tentang Jane Austin, kok mirip ya dengan apa yang saya rasakan terhadap Qur’an. Ketika saya menyimak tafsir Qur’an dari seorang ustad. Setelah diterangkan oleh seorang Ustad, disini lo bagian menarik Qur’an. Misal dengan kata kerja yang dibendakan itu menunjukkan bahwa hal itu akan terus berlangsung, sampai sekarang. Qur’an juga menceritakan  ilmu pengetahuan yang pada zamannya belum bisa dijangkau manusia. Seperti ketika Qur’an menceritakan terbentuknya alam semesta yang tadinya berasal dari satu zat yang memecah, ini mirip dengan teori Big Bang.

Semakin saya belajar Qur’an, banyak hal yang menakjubkan di dalam Qur’an. Dan hal-hal itu tidak bisa
saya dapatkan tanpa bantuan seseorang yang menguasai alat-alat untuk memahami Qur’an. Seperti bahasa arab dan hadist.

Obrolan ringan dengan Si Rose saat itu menyadarkanku akan sesuatu. Terkadang kita butuh  penjelasan dari orang yang faham untuk bisa membuat kita mengerti, bahwa yang dihadapan kita adalah sesuatu yang berharga.

Comments
0 Comments